Doa Berbuka Puasa Ramadhan
Bacaan Afdhal Saat Berbuka Puasa Ramadan: Berdasarkan Hadits Shahih dan Syariat
Berbuka puasa (ifthar) adalah momen istimewa dalam ibadah Ramadan. Rasulullah ﷺ mengajarkan adab-adab khusus saat berbuka, termasuk bacaan doa yang disyariatkan. Berikut adalah panduan lengkap bacaan afdhal saat berbuka puasa berdasarkan hadits-hadits paling shahih dan pendapat ulama Ahlussunnah wal Jama'ah.
🌟 Waktu Mustajab: Saat Berbuka Puasa
Sebelum membahas bacaan, penting diketahui bahwa saat berbuka puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi no. 2526, Ibnu Hibban; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani) [21]
Karena itu, perbanyaklah doa pribadi (doa hajat) saat berbuka, selain membaca dzikir sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
📜 Bacaan Afdhal Berdasarkan Hadits Shahih/Hasan
✅ Bacaan Utama: Riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma
Ini adalah bacaan berbuka puasa yang paling kuat sanadnya dan paling direkomendasikan oleh para ulama hadits:
🔹 Derajat Hadits:
- Hasan (baik/kuat) menurut penilaian mayoritas ulama hadits.
- Diriwayatkan oleh: Abu Dawud no. 2357, An-Nasa'i, Ad-Daruquthni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi.
- Imam Ad-Daruquthni menyatakan: "Sanad hadits ini hasan."
- Syaikh Al-Albani menyetujui penilaian ini dalam Irwa'ul Ghalil (4/38). [22][25]
🔹 Mengapa Ini Afdhal?
- Sanadnya tersambung (muttashil) hingga kepada Nabi ﷺ melalui Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma.
- Tidak ada perawi yang lemah atau tercela dalam sanadnya.
- Disepakati kehasanannya oleh para ahli jarh wa ta'dil.
- Maknanya sempurna: Mengandung syukur atas terselesaikannya ibadah, pengharapan pahala, dan tawakkal kepada Allah.
⚠️ Bacaan Populer yang Perlu Dikoreksi: "Allahumma Laka Shumtu..."
Banyak kaum muslimin mengucapkan doa berikut saat berbuka:
🔹 Status Hadits:
- Dha'if (lemah) menurut mayoritas ulama hadits, termasuk Syaikh Al-Albani. [21][29]
- Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2358 dari Mu'adz bin Zuhrah, seorang tabi'in, sehingga hadits ini mursal (terputus sanadnya di level sahabat).
- Riwayat lain dari Anas bin Malik juga mengandung perawi Daud bin Az-Zibriqan yang dinilai matruk (ditinggalkan/dituduh berdusta). [24][28]
🔹 Bolehkah Diucapkan?
- Boleh sebagai doa pribadi, karena tidak ada larangan berdoa dengan kata-kata sendiri.
- Tidak afdhal disandarkan sebagai hadits Nabi karena statusnya lemah.
- Ulama seperti Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad (2/45) juga mendhaifkan riwayat ini. [21]
📋 Tata Cara Berbuka Puasa yang Sunnah (Lengkap)
Agar ibadah berbuka semakin sempurna, berikut urutan amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ:
"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari no. 1957, Muslim no. 1098) [6]
"Apabila salah seorang dari kalian berbuka, maka berbukalah dengan ruthab (kurma segar). Jika tidak ada, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada, maka dengan seteguk air." (HR. Abu Dawud no. 2351, Tirmidzi; hasan shahih)
"Sebutlah nama Allah (baca: Bismillah) ketika makan." (HR. Bukhari no. 5376, Muslim no. 2022)
Dzahabadh-dhama'u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.
Manfaatkan momentum ini untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, atau kebutuhan dunia-akhirat.
"Cukuplah bagi manusia beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya..." (HR. Tirmidzi; hasan)
📚 Ringkasan Panduan Praktis
| Bacaan | Teks Arab | Status Hadits | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Utama | ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ | Hasan (Abu Dawud 2357) | ✅ Paling direkomendasikan, sanad kuat |
| Populer | اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ | Dha'if (lemah) | ⚠️ Boleh sebagai doa pribadi, bukan hadits marfu' |
| Tambahan | بِسْمِ اللَّهِ | Shahih (Bukhari-Muslim) | ✅ Sunnah sebelum makan/minum |
💬 Penutup: Prioritaskan yang Shahih, Perbanyak Doa Pribadi
- Utamakan membaca "Dzahabadh-dhama'..." karena inilah yang paling kuat dalilnya dari Rasulullah ﷺ.
- Jangan ragu menambahkan doa dengan bahasa sendiri setelahnya, karena saat berbuka adalah waktu mustajab.
- Hindari meyakini bacaan lemah sebagai hadits shahih; cukup amalkan sebagai doa baik tanpa menyandarkannya kepada Nabi ﷺ.
- Ikuti sunnah lengkap: segera berbuka, mulai dengan kurma/air, baca basmalah, lalu dzikir dan doa.
🌙 "Dan berpuasalah kamu, itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 184)
Semoga Allah menerima puasa kita, mengampuni dosa-dosa, dan mempertemukan kita dengan Ramadan berikutnya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📚 Referensi Kitab & Ulama:
- Sunan Abu Dawud (no. 2357, 2358)
- Sunan An-Nasa'i, Sunan Al-Kubra
- Mustadrak Al-Hakim, Sunan Ad-Daruquthni
- Irwa'ul Ghalil – Syaikh Al-Albani
- Zadul Ma'ad – Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
- Tuhfatul Ahwadzi – Al-Mubarakfuri (syarah Jami' Tirmidzi)
- Artikel takhrij hadits: Muslim.or.id, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id [21][22][25]
Wallahu a'lam bish-shawab.
hijrahdigitalislam.blogspot.com | Ramadan 1447 H
Mau Gali Lebih Banyak Ilmu?
Yuk jelajahi Daftar Isi untuk artikel penuh inspirasi!
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke Hijrah Digital. Silakan tinggalkan komentar Anda jika ada yang ingin didiskusikan.